Rabu, 17 Juli 2013


KUPU-KUPU YANG LUMPUH….

                Ketika aku masih menjadi KEPOMPONG….
Terbayang…. Betapa senangnya apabila aku bisa TERBANG
Ketika aku mulai harus BERJUANG….
Melaului PROSES BERAT melewati sebuah LUBANG…..
Sangat BERAT memang…..
Aku mencoba berjuang…. Dan….
          Sebagian kecil tubuh ku berhasil melewati lubang…..
Ohh…. Rasanya lelah sekali…. Dan aku berhenti sejenak…..
Saat itu…. Tampaknya seorang manusia mengamatiku….
Tampaknya ia kasihan…. Dan ingin MENOLONG ku…..
Lubangku dikuakkan….
          Pikirnya…. Membuatku LEBIH GAMPANG…..
Aaaah… memang GAMPANG… tidak usah BERJUANG….
DAN KELUARLAH aku ke dunia lapang…
Tetapi…. MENGAPA aku TIDAK BISA TERBANG???
Ternyata… caiiran tubuhku yang TUHAN siapkan
          Untuk sayap2ku berfungsi…. Baru bisa terjadi kalau
Lubang kecil itu kulewati…
Dan… PERTOLONGAN itulah yang melumpuhkanku
Sekarang…. Aku HANYA BISA MERANGKAK…..
          Merangkak dan merangkak sebagai
KUPU-KUPU yang LUMPUH SEPANJANG MASA….. 


Cerita  itu aku ambil dari sampul buku SD ku  dari SD kelas 5 sampai sekarang aku selalu mengingat Cerita  itu. Dulu aku sering membacanya akan tetapi aku belum  tahu makna yang terkandung dalam nya, saat SD aku paling tidak suka dengan yang namanya pelajaran matematika. Hingga akhirnya jika ada PR matematika aku sering di marahi ibuku karena tidak bisa mengerjakannya.
          Hingga suatu hari aku sudah tidak bisa berpikir lagi aku pun terpaksa menggunakan kalkulator untuk menghitung, ibuku heran kenapa aku bisa mengerjakan PR matematika padahal biasanya aku tidak bisa. Akhirnya pun ibuku tau bahwa aku menggunakan kalkulator.
          Tapi, yang membuatku heran ibuku tidak memarahi ku tapi dia malah membacakan cerita tentang “KUPU-KUPU YANG LUMPUH” dan aku bertanya ”kenapa ibu membacakan cerita itu?? Aku kan sudah sering membacanya…”.
 Kemudian ibu pun mengatakan  jika kamu  mengerjakan soal-soal matematika itu menggunakan kalkulator berarti kamu sama seperti kupu-kupu itu, yang tidak berusaha sendiri untik keluar dari lubang itu  dan akhirnya menjadi lumpuh  sama halnya dengan kamu yang tidak akan bisa mengerjakan soal-soal matematika selamanya.
Dari saat itu aku pun menjadi memgerti tentang makna dari cerita itu dan saat itupun juga aku jadi bersemangat saat mengerjakan soal-soal matematika. Ya,,, walaupun tidak begitu pintar tapi paling tidak aku bisa sedikit-sedikit lahhh  Heheheh……

Tidak ada komentar:

Posting Komentar