KUPU-KUPU YANG LUMPUH….
Ketika aku masih menjadi KEPOMPONG….
Terbayang…. Betapa senangnya apabila aku bisa
TERBANG
Ketika aku mulai harus BERJUANG….
Melaului PROSES BERAT melewati sebuah
LUBANG…..
Sangat BERAT memang…..
Aku mencoba berjuang…. Dan….
Sebagian
kecil tubuh ku berhasil melewati lubang…..
Ohh…. Rasanya lelah sekali…. Dan aku berhenti
sejenak…..
Saat itu…. Tampaknya seorang manusia
mengamatiku….
Tampaknya ia kasihan…. Dan ingin MENOLONG
ku…..
Lubangku dikuakkan….
Pikirnya….
Membuatku LEBIH GAMPANG…..
Aaaah… memang GAMPANG… tidak usah BERJUANG….
DAN KELUARLAH aku ke dunia lapang…
Tetapi…. MENGAPA aku TIDAK BISA TERBANG???
Ternyata… caiiran tubuhku yang TUHAN siapkan
Untuk
sayap2ku berfungsi…. Baru bisa terjadi kalau
Lubang kecil itu kulewati…
Dan… PERTOLONGAN itulah yang melumpuhkanku
Sekarang…. Aku HANYA BISA MERANGKAK…..
Merangkak
dan merangkak sebagai
KUPU-KUPU yang LUMPUH SEPANJANG MASA…..
Cerita itu aku ambil dari sampul buku SD ku dari SD kelas 5 sampai sekarang aku selalu mengingat
Cerita itu. Dulu aku sering membacanya
akan tetapi aku belum tahu makna yang
terkandung dalam nya, saat SD aku paling tidak suka dengan yang namanya
pelajaran matematika. Hingga akhirnya jika ada PR matematika aku sering di
marahi ibuku karena tidak bisa mengerjakannya.
Hingga
suatu hari aku sudah tidak bisa berpikir lagi aku pun terpaksa menggunakan
kalkulator untuk menghitung, ibuku heran kenapa aku bisa mengerjakan PR
matematika padahal biasanya aku tidak bisa. Akhirnya pun ibuku tau bahwa aku
menggunakan kalkulator.
Tapi,
yang membuatku heran ibuku tidak memarahi ku tapi dia malah membacakan cerita
tentang “KUPU-KUPU YANG LUMPUH” dan aku bertanya ”kenapa ibu membacakan cerita itu??
Aku kan sudah sering membacanya…”.
Kemudian ibu pun mengatakan jika kamu
mengerjakan soal-soal matematika itu menggunakan kalkulator berarti kamu
sama seperti kupu-kupu itu, yang tidak berusaha sendiri untik keluar dari
lubang itu dan akhirnya menjadi
lumpuh sama halnya dengan kamu yang
tidak akan bisa mengerjakan soal-soal matematika selamanya.
Dari saat itu aku pun
menjadi memgerti tentang makna dari cerita itu dan saat itupun juga aku jadi
bersemangat saat mengerjakan soal-soal matematika. Ya,,, walaupun tidak begitu
pintar tapi paling tidak aku bisa sedikit-sedikit lahhh Heheheh……